Jakarta

3 Fakta Unik Kota Jakarta

3 Fakta Unik Kota Jakarta

Daerah Khusus Ibukota Jakarta atau yang biasa disingkat DKI Jakarta merupakan kota metropolitan yang juga berfungsi sebagai ibu kota negara Indonesia.

Kota yang memiliki julukan “The Big Durian” yang bermaksud menyamakan diri dengan New York City yang memiliki nama sebutan “Big Apple”, dikarenakan menjadi kota yang merupakan sentra bisnis, kebudayaan, dan juga politik. Selain itu Jakarta juga menjadi tempat dibangunnya banyak kantor-kantor pusat seperti BUMN, perusahaan swasta, bahkan perusahaan asing.

Kota Jakarta yang terletak di pesisir bagian barat laut Pulau Jwa ini juga menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Memiliki luas wilayah kurang lebih 664,01 kilometer pesegi, Jakarta menjadi kota terpadat di Indonesia degan jumlah penduduk sebanyak 11.110.000 jiwa pada tahun 2020.

Selain hal-hal yang telah disebutkan di atas, masih banyak hal unik lain tentang Jakarta yang jarang diketahui oleh banyak orang dan akan kita bahas, yaitu:

3 Fakta Unik Kota Jakarta

  1. Selalu Berganti Nama

Kota ini pertama kali tidak dikenal dengan nama Jakarta, melainkan kota ini sudah berganti nama sekitar 13 kali. Pada awal abad ke-14 pertama kali kota ini dikenal dengan nama Sunda Kelapa hingga akhirnya diganti olej Fatahillah menjadi Jayakarta pada tahun 1527. Dan saat kekuasaan belanda di tahun 1621, Belanda membentuk kota ini menjadi pusat pemerintahan kota yang bernama Stad Batavia, yang kemudian diubah menjadi Gemeente Batavia, lalu Stad Gementee Batavia.

Jakarta juga pernah berganti nama menjadi Betshu shi dan Jakarta Toko saat masa pendudukan Jepang di tahun 1942. Hingga pada akhirnya setelah masa kemerdekaan secara berturut-turut, Jakarta berganti nama menjadi Pemerintah Nasional Kota Jakarta, Djakarta, Kota Praj’a Jakarta, Kota Praja Djakarta, pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya, hingga akhirnya bernama Jakarta.

2. Nama Pasar yang Unik

Sebagai sebuah kota tentu saja Jakarta memiliki banyak pasar. Namun, yang unik adalah Jakarta memiliki nama-nama pasar sesuai dengan nama hari dalam seminggu. Sampai-sampai, beberapa nama pasar tersebut, seperti Pasar Minggu, Pasar Senen, Pasar Rebo, dan Pasar Jumat, kini dikenal sebagai nama sebuah daerah. Sedangkan untuk Pasar Selasa, Pasar Kamis, dan Pasar Sabtu sudah tidak pernah terdengar lagi namanya karena sudah kalah populer dengan nama lainnya.

Tentu saja pemakaian nama hari dalam seminggu di pasar itu erat kaitannya dengan peraturan yang dikeluarkan pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Di masa itu, pasar di Jakarta hanya diperbolehkan untuk beroperasi satu kali dalam seminggu dengan alasan untuk keamanan.Karena itulah, penamaan pasar pun menyesuaikan waktu pasarnya dibuka dan melakukan kegiatan operasional.

3. Maskot Jakarta

Banyak yang tidak mengetahui bahwa sebenarnya maskot kota Jakarta bukanlah Tugu Monumen Nasional (Monas), karena memang Jakarta terlalu identik di mata masyarakat Indonesia dengan tugu Monas. Padahal sebenearnya, maskot Jakarta yang sebenearnya adalah salak Condet dan Elang Bondol. Hal ini disebutkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 1796 Tahun 1989 tentang Penetapan Salak Condet dan Burung Elang Bondol sebagai Identitas/Maskot DKI Jakarta yang diresmikan oleh Gubernur Jakarta saat itu, Wiyogo Admodarminto.

Kala itu, Pemprov DKI Jakarta menjadikan salak Condet dan elang bondol sebagai maskot karena keberadaanya yang langka. Salak Condet adalah tanaman endemik Jakarta dan jenis flora langka yang banyak ditemukan di kawasan Condet, Jakarta Timur. Sementara elang bondol termasuk jenis satwa langka dan penyebarannya terbatas pada gugusan Kepulauan Seribu. Tujuannya agar masyarakat lebih mengenal dan melestarikan flora dan fauna tersebut.

Selain itu juga Jakarta dikenal sebagai kota impian, karena semua yang diinginkan berada di Jakarta termasuk kemenangan yang tidak sedikit dari situs judi slot online terpercaya yang bisa anda dapatkan dengan akses yang sangat mudah.